Penderitaan : Memperlengkapi Sebuah Tugas
oleh Made Teddy Artiana, S. Kom Cerita mengejutkan ini kami dengar langsung dari Sang Pemilik kisah. Ketika kami -aku, istriku dan client kami- bertemu disebuah kafe disalah satu mall di Jakarta. Percakapan sedemikian intens sehingga Melani (bukan nama sebenarnya) entah mengapa akhirnya menceritakan sebuah tragedi rumah tangga yang amat sangat menyedihkan dimana ia adalah pemeran utama didalamnya. Sebuah tragedi yang tidak pernah kami sangka sebelumnya pernah dijalani Melani bertahun-tahun. Jika melihat kekuatan yang terpancar dari mata dan wajahnya, siapapun tidak akan pernah menyangka bahwa Psikolog berputri tunggal ini mendapatkan seluruh kekuatan itu justru dengan membayar lunas semuanya lewat keringat, air mata dan darah. Terusir dari rumah dan teraniaya oleh suami dan seluruh keluarga besar suami. Lalu bertahun-tahun setelah itu, berjuang habis-habisan mati-matian untuk membesarkan dan membiayai kehidupannya sendiri dan buah hati tercinta. Melani melupakan … Read entire article »
Filed under: Inspirasi
Kamu Sangat Diberkati
Dikutip dari Mailis Jurnalisme Pernah nggak sih kamu ngerasain kalo hidup itu bener-bener ‘bad’ dan nggak berarti lagi dan berharap, coba kalo kita bisa ada di kehidupan yang lain! Saya akui, saya cukup sering merasa begitu. Saya pikir, hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja! ‘Kerja menyebalkan’, hidup tak berguna’, dan nggak ada sesuatu yang beres! Tapi semua itu berubah… sejak kemarin… Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita. Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk! Kemudian ia … Read entire article »
Kisah InspirasionalSaudagar dan Hartanya
Sumber tidak diketahui, diceritakan kembali oleh: Hingdranata Nikolay Tersebutlah seorang Saudagar pekerja keras yang kaya raya. Walaupun kaya, ia selalu tidak mempergunakan hartanya untuk keluarganya, yang justru dibuatnya hidup serba terbatas. Ia memperindah penampilannya di tengah masyarakat, dan sibuk menggali kehormatan di tengah orang-orang di negerinya sebagai seorang terkaya di negeri itu. Tidak ada yang tahu dimana dan bagaimana ia menyimpan hartanya yang sangat banyak, karena itu anggota keluarganya yang sudah berusaha mencari untuk bisa dipergunakan pun tidak pernah berhasil. Sampai suatu hari, seorang pelayannya terbangun di tengah malam, secara tidak sengaja melihat Sang Saudagar sembunyi-sembunyi memegang sekantung uang, menyelinap ke kebun di belakang rumah. Ia mengikuti Sang Saudagar secara diam-diam. Sang Saudagar terlihat menggali-gali tanah di kebun tersebut, lalu memasukan kantung uang yang dibawanya. Setelah menimbun kembali tanah untuk menutupi, Sang Saudagar masuk kembali … Read entire article »
Filed under: Inspirasi
Ketika Hidup Berlaku Tidak Seperti yang Kita Inginkan
oleh Made Teddy Artiana, S. Kom penulis & fotografer Ini adalah sebuah kisah nyata dari salah satu client yang sedang kami tangani profile nya. Farah (bukan nama sebenarnya) adalah wanita berdarah Bugis Gorontalo yang bersuamikan seorang Arab Saudi, bernama Hasan (juga bukan nama sebenarnya). Keduanya adalah pengusaha berdarah dingin. Seperti Raja Midas dalam hikayat Yunani kuno, apapun yang tersentuh oleh tangan mereka berubah menjadi emas. Dari bisnis travel dan penerbangan hingga money changer dan salon kecantikan, kesemuanya itu tentunya mengisi pundi-pundi mereka dengan berlimpah-limpah, yang kemudian menempatkan mereka dalam strata sosial yang demikian tinggi. Tetapi bukan hanya itu yang menarik perhatian ku. Mengenal kehidupan Farah dan Hasan menjadi begitu menarik manakala aku mengetahui betapa dashyat perjalanan pahit getir kehidupan yang sudah dilalui oleh pasangan luar biasa ini. Episode yang amat sangat berkesan adalah … Read entire article »
BANGKIT DARI KETERPURUKAN
“Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangkit kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan.” ~ Joseph Sugarman Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan. Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja menyeret kita dalam keterpurukan. Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya. Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi … Read entire article »
Filed under: Inspirasi
Mengukur gedung dengan barometer
dikirim oleh Iwan Surya Sir Ernest Rutherford, Presiden dari Royal Academy, dan penerima Nobel Fisika menceritakan kisah ini: “Beberapa waktu lalu aku menerima panggilan dari kolegaku. Dia akan memberikan nilai nol untuk ujian salah seorang siswanya, tapi siswa tersebut berkeras dia harus mendapatkan nilai sempurna. Sang instruktur dan siswa tersebut sepakat untuk penengah yang obyektif dan aku yang dipilih”. Soal ujiannya berbunyi: “Tunjukkan cara mengukur tinggi sebuah gedung dengan bantuan barometer.” Siswa itu menjawab: “Bawa barometer tersebut ke puncak gedung, ikatkan dengan sebuah tali, turunkan sampai ke jalan lalu tarik kembali ke atas, ukur panjang tali. Panjang tali itu adalah sama dengan tinggi gedung.” Siswa tersebut berhak meminta nilai penuh karena dia menjawab dengan lengkap dan benar. Di sisi lain, nilai penuh harusnya diberikan atas dasar kompentensi di bidang fisika, dan jawabannya tidak menunjuikkan hal ini. Aku menyarankan … Read entire article »
Filed under: Inspirasi
Kapan Harus Membuka Dan Menutup Pintu Hati Kita?
Oleh : Dadang Kadarusman Tentu kita masih ingat tentang frase ’membuka pintu hati’. Pernyataan ini tidak hanya berlaku untuk urusan menerima atau menolak kehadiran seseorang dalam hidup kita. Melainkan untuk hal apapun yang melibatkan perasaan hati. Atau segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan. Hingga tindakan yang akan kita ambil sebagai respon terhadap suatu keadaan. Hati kitalah yang menentukan apakah kita mengalah, atau melawan. Hatilah yang menentukan apakah kita akan mendendam atau memaafkan. Lebih dari itu, hatilah yang menentukan apakah kebaikan yang kita lakukan itu bernilai pahala dimata Tuhan atau sekedar tebar pesona dihadapan sesama manusia. Ketika tiba di rumah sore itu, saya mendapati sebuah kejanggalan. Pintu kamar saya tidak berdiri tegak sebagaimana biasanya. Jadi, pasti ada sesuatu dengan pintu itu. Benar saja. Tiang kusen tempat lazimnya sang pintu menempel … Read entire article »
Filed under: Inspirasi
PRIORITAS
Oleh: Hingdranata Nikolay Tahun 1992, Kerrin-Lee Gartner menjadi wanita Kanada pertama yang memenangkan medali emas di olimpiade musim dingin, di kelas ‘women’s downhill’. Ia menjadi pahlawan dan sensasi nasional seketika. Segera setelah memenangkan medali tersebut, ia ditanyakan oleh announcer acara apakah ini merupakan hari paling signifikan dalam hidupnya.”Bukan!” jawabnya tangkas. “Hari paling signifikan dalam hidup saya adalah pernikahan saya. Hari ini tentu saja di ranking yang tinggi!”===============Saya selalu terkesima mendengar berbagai kisah bagaimana keluarga-keluarga di masa lalu memprioritaskan keluarga di atas apapun. Semakin saya mempelajari bagaimana beberapa orang menempatkan keluarganya sebagai prioritas dalam hal cinta, kasih, kepercayaan, kesetiaan, dan lain-lain, semakin saya paham betapa luar biasanya kebahagiaan di tengah keluarga.Saya teringat film ‘Prince of Persia’ dimana keluarga adalah prioritas. Dimana kekuatan sebenarnya adalah saat semua anggota keluarga saling percaya dan bersatu padu. Bahkan terhadap anggota keluarga ‘angkat’ sekalipun. … Read entire article »
Filed under: Inspirasi
Mengubah Dunia
By: agussyafii Ada sorang lelaki tua, terbaring tidur tak berdaya melamunkan masa mudanya dalam kesendirian. Ditengah ketidakberdayaannya ia berbincang dengan dirinya sendiri. Dalam kesendiriannya banyaklah yang direnungkan. Hatinya berkata. ‘Ketika aku menjadi seorang pemuda, aku bermimpi ingin merubah dunia. Seiring dengan waktu, usiaku kian bertambah. Dunia tidak berubah. Dunia tidak kunjung berubah. Maka impianku persempit untuk mengubah negeri ini. Namun impian itu juga tidak berhasil. Negeri ini juga tidak berubah.’ ‘Ketika usiaku sudah memasuki waktu senja. Dengan semangatku yang masih menggebu. Lalu aku memimpikan untuk bisa mengubah keluargaku. Orang-orang yang ku cintai. Orang-orang yang ada disekelilingku. Tetapi mereka juga tidak mampu aku merubahnya.’ Kini disaat terbaring lemah tidak berdaya. Air matanya mengalir tak terasa. Baju basah dengan air mata. Lelaki tua bergumam lirih pada dirinya sendiri. ‘Bila waktu masa muda itu aku mengubah diriku sendiri. Maka aku … Read entire article »
Filed under: Inspirasi
Berbicara dengan Hati, Bukan Jari
Oleh: Sonny Wibisono * “Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan manusia di sekelilingmu.” – Eric Schmidt, CEO Google ADIL jengkel betul dengan istrinya. Sepanjang liburan akhir pekan keduanya sepakat memilih beristirahat di rumah. Lima hari bekerja membuat mereka ingin melemaskan otot-otot. Sekaligus tentu saja mempererat tali cinta diantara mereka berdua. Maklum, mereka belum lagi genap dua tahun menikah. Buah hati yang menjadi dambaan mereka tak kunjung datang. Mungkin Yang Di Atas belum memberikan mereka kepercayaan. Begitu keduanya menghibur diri. Tapi akhir pekan yang seharusnya indah justeru berubah menyebalkan. Seharian Anita, sang istri, hanya berada di kamar. Mungkin saja letih. Dia ingin istirahat penuh. Namun yang membuatnya jengkel, Anita terus menggenggam gadget kesayangannya. Anita kadang tertawa sendiri. Sampai kadang dia tak ingin jauh dari colokan listriknya. Gadget kesayangannya itu sering kehilangan tenaga, sehingga terpaksa harus dicharge. Adil geleng-geleng kepala. … Read entire article »
Filed under: Inspirasi