Articles Comments

NiasBerbagi.Com » Amaedola » Menjaga Jarak Relasi

Menjaga Jarak Relasi

Oleh : Constant Giawa

“Sökhi na fandrö-ndröu zibaya
Sökhi na fandrö-ndröu la’o
Moadu dania na möi, Moadu dania na so”

Kalimat di atas sekilas kedengarannya aneh. Terlebih lagi jika dikaitkan dengan keberadaan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak terlepas keberadaanya dengan orang lain. Saya, kita atau siapapun selalu membutuhkan orang lain.

Kita pernah mengalami suatu saat dimana kita begitu merindukan sesorang atau sekelompok orang. Suasana hati sering menjadi tidak stabil jika kita mengalami hal tersebut. Seluruh perhatian dan pemikiran kita tertuju pada obyek yang kita rindukan. Misalnya saja kita rindu ingin berkumpul dengan keluarga, tapi keadaan tidak memungkinkan karena kita terpisah tempat dengan keluarga. Kita ingin sesegera mungkin waktu cepat berlalu dan semakin mendekat ke jadwal yang telah kita rencanakan. Semuanya bermuara agar rasa rindu tersebut segera bisa terobati.

Selang setelah rasa rindu tersebut terobati, kebersamaan kita dengan orang yang kita rindukan sering juga diwarnai dengan ketegangan-ketegangan kecil yang membuat suasana kebersamaan itu menjadi tidak hangat. Perbedaan pendapat, pandangan dan keinginan menjadi penyebab ketegangan tersebut. Konflik berlanjut terus tanpa ada yang berniat menyelesaikannya sehingga ketidakharmonisan dan ketidakcocokan menjadi dominan.

Ya, suasana seperti itu mungkin pernah kita alami. Bagi sepasang kekasih hal seperti ini sering muncul. Saat berjauhan rasa rindu itu muncul dan menguasai diri mereka sehingga banyak aktifitas menjadi terganggu. Namun anehnya saat mereka sedang bersama ketegangan muncul dan akhirnya mereka diam- diaman satu sama lain. Mungkin kita juga pernah punya sahabat yang telah lama tidak berjumpa. Setelah kita bersama 1 hingga 2 minggu, maka mulaimuncul ketidakcocokan sehingga memunculkan rasa enggan untuk bertemu atau bersama.

Pepatah di atas menghantarkan kita pada suatu kenyataan bahwa di dalam relasi kita bersama orang lain, keharmonisan perlu dijaga. Jarak kedekatan kita dengan orang lain perlu diatur sedemikian rupa. Dengan demikian potensi munculnya konflik bisa diperkecil. Mungkin pepatah yang mengatakan ”Jinak-jinak merpati” atau ”Jauh di mata dekat di hati” perlu kita pegang prinsipnya untuk selanjutnya kita terapkan saat berelasi dengan orang lain. Bahkan ekstrimnya, agar keharmonisan bisa dipertahankan maka keputusan untuk ”berpisah” satu dengan yang lain menjadi salah satu solusi yang bisa dipilih.
Semoga kita bisa menjadi insan yang mampu menjaga keharmonisan relasi dimanapun berada.

Filed under: Amaedola

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word